kelak ketika usia tua datang, ingatan kembali dihidupkan. lalu
tiba-tiba ada yang tumbuh dari waktu, deretan kata yang pernah engkau
semaikan ke telingaku waktu itu, beberapa waktu lalu. janji yang pernah
mati-terkubur rongsokan ingatanku dan ingatanmu yang berkarat itu.
kelak ketika usia tua datang, janji kembali menagih dan menguji.
kata-kata lamamu akan tumbuh jadi sebatang pohon yang lagi dan lagi
gugur daun-daun dan bunganya, seperti raut dan rambut kita di hadapan
maut.
untuk itu aku menyiapkan puisi ini sebagai lahan bagi pohon yang
kelak biji-bijinya berdahan, beranting, dan beranak-pinak menjadi
pohon-pohon lain itu. agar nanti arwahku tenang sebagai seekor burung
hutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar