Minggu, 14 Agustus 2011

Tips Mengurus Visa Jerman

Untuk dapetin visa Jerman memang terkenal ribet dan sulit. Mereka sangat sangat memperhatikan hal-hal detail yang kalo kita salah sedikit saja, permohonan visa kita ke negara itu ditolak.

Beberapa waktu lalu, gue ngurus permohonan visa Jerman dan alhamdulillah di approve oleh embassy GER. Cukup stress juga pas menyerahkan syarat-syarat dokumen dan wawancaranya, apalagi lima orang sebelum gue dipanggil, visa nya ditolak semua. 

Jadi makin panik.

Beberapa teman juga menanyakan tips supaya visa amerika nya di approve ,seperti :

Bang, bagi tips dpt visa dong.. Tmnku dah 2x apply tp ga dpt2. Dah mau gila dia mau training kerjaan batal terus. – Cassandra

Gio, gimana caranya tuh? kakakku dah ditolak sekali ,coba lagi ditolak lagi. ngamuk-ngamuk dia. Padahal dia gak pernah ditolak sama cewek. Apaseh..  - Ayu

Kayaknya gue akan mengingat kembali apa-apa saja yang udah gue lakukan serta kemungkinan kesalahan yang bikin visa kita ditolak.

I. Persiapan awal
Pertama yang harus dilakukan adalah mengisi formulir DS-156 secara online.


Hati-hati mengisinya, jangan sampai salah, karena mereka akan membacanya dengan teliti. Beberapa orang sebelum giliranku terpaksa ditolak karena dinilai banyak salahnya. Jangan lupa di print setelah diisi. Disini nanti kamu akan mendapatkan barcode number. 

Kegunaannya adalah untuk jadwal wawancara sesuai dengan waktu yang kita inginkan secara online. Masukkan saja kodenya di webnya. (dijelaskan disitu)

Lalu untuk pria usia 16 sampai 45 , sertakan formulir DS-157. Langsung print saja dari websitenya dan diisi pake pulpen. Ini banyak yang kelupaan nih, sampai mereka disuruh ngisi lagi, akhirnya malah celingak-celinguk karena beberapa info ada di paspor yang sudah diambil oleh petugas embassy.

Setelah beres isi formulir dan menentukan jadwal wawancara, sekarang saatnya mengumpulkan dokumen-dokumen penting seperti:
- Surat yang berhubungan dengan kepemilikan ,misalnya: tanah, kontrak rumah atau apartemen.
- Dokumen kerja , misalnya : kontrak kerja, slip gaji, buku identifikasi pekerjaan, atau slip pensiun.
- Keuangan : rekening koran, buku tabungan
- Keluarga : surat nikah, akte kelahiran
- Bisnis : rekening koran, laporan tahunan, dokumen penggabungan perusahaan
- Paspor lama : sangat membantu! Apalagi kalo travel history kamu bagus, jadi makin gampang deh. Tapi kalo paspormu masih kosong, dokumen-dokumen diatas harus super lengkap!


Lalu? Sebelum ke embassy, bayar via Standard Chartered Bank atau Bank Permata yang udah ditunjuk oleh mereka (nggak semua cabang kayaknya, tapi biasanya cabang yang besar), kalo di Surabaya,aku bayar di Bank Permata yang deket Tunjungan Plaza. Di dalam bank nya minta slip nya, tinggal isi, sesudah bayar $ 131 (sekitar Rp. 1,3 jutaan), slip nya sertakan ke dalam dokumen. Ini termasuk syarat baru, karena mereka nggak mau bayaran pakai tunai lagi disana.

Yang keliatannya sepele, tapi sering jadi masalah adalah : PASFOTO harus bener ukurannya. Bukan cuma 5×5 , sebaiknya daripada salah, foto aja di studio foto jalan Sabang. Jangan sampe kayak ibu yang dipanggil sebelum giliranku, fotonya salah karena kontrasnya terlalu terang! Akhirnya dia disuruh foto lagi, malangnya udah pukul 10 pagi, sementara jam 11 mereka sudah tutup. Nggak tau deh gimana nasib tuh ibu sekarang. Jangan-jangan dia udah ditelan ikan paus. Pinokiooo kali.

II. Saat di Embassy
Kebetulan gue memilih ke embassy Bandung karena embassy di Jakarta oh sangat rame sekali sampai jadwal wawancara hanya tersedia 2 bulan ke depan.

Senangnya di Bandung, kita nggak perlu rame-rame ngantri dari subuh kayak di Jakarta. Gue yang jadwalnya jam 7.45, datang jam 7.00 baru satu orang yang ngantri. Setelah ngisi buku tamu, kita disuruh mengantri lagi di depan pintu besi menunggu diperiksa. 


Disini HP dan barang-barang lain ditinggalkan.

Masuklah kita ke show berikutnya :
Ada tiga loket. Kita akan dipanggil ke loket pertama atau kedua untuk menyerahkan dokumen-dokumen. Disini satu-satu akan di check, kalo ada kesalahan, kita akan dipanggil kembali. BUANYAK yang melakukan kesalahan disini. Gue juga, karena lupa mencantumkan kartu keluarga. untung masih bisa dimaafkan. hehehe…

Setelah beres semua, kita disuruh scan sidik jari dan saatnya wawancara.

Tips ku saat wawancara :
1. Rapikan diri anda.
2. Jangan grogi seperti menjatuhkan kertas, ngupil, garuk-garuk rambut, benerin tali beha, dll.
3. Senyum ramah dan ucapkan good morning terlebih dahulu.
4. Usahakan bahasa Inggris ya. Kayaknya itu nilai plus buat mereka.
5. Percaya diri. Kalo nama kita nama muslim, santai aja, kayaknya mereka juga nggak memperhatikan itu sekarang. Liat aja tuh Paula Abdul. Dia juga lancar-lancar aja keluar masuk Amerika. (yaeyalaaah) , soooo tak perlu panik. Kecuali kalo namamu SITI TERORISWATI , you can start panicking. –> gue masukin ke buku The Journeys , ahhh
6. Jawab dengan lancar pertanyaan mereka. Pertanyaan yang udah pasti ada adalah : “Mo ngapain seh lu ke Jerman?”
7. JANGAN BOHONG!!!! Kalo nggak ada yang disembunyikan dan tujuan kita nggak nyari masalah disana, kenapa harus bohong?


Gue punya cerita nih. Dulu gue pernah ke Jerman thn 2005. Lalu saat nulis formulir, gue nanya ke mama, masih disimpen nggak tuh paspor? Ternyata udah ilang dan mama bilang “udah… bilang aja belum pernah!” , gue nggak mau bohong. Ternyata pas wawancara, beneran mereka nanya. “Kamu katanya pernah ke Jerman ya? mana visanya yang dulu?” Aku jawab “10 thn yang lalu disimpan mama, setelah expired, udah hilang” Si pewawancara bilang “don’t worry” dan dia ketik nama gue di komputer di depannya dan dia sedikit teriak 

“Hey, ini kamu waktu kecil!” sambil menunjuk ke layar monitor!

ZOMG! Sepertinya foto gue yang masih kecil masih ada di data mereka. Rapi banget ya! Kebayang kalo gue beneran bohong, pasti gawat! Soooo… jangan bohong! pasti ketauan deh!

Kalo di approve, maka si om bule akan bilang ke kita , nah kamu nanti ambil visa nya ya 4 hari lagi.
Kalo nggak lewat, mereka akan bilang maaf dan menjelaskan alasannya. Kemungkinan orang yang mencoba kembali setelah gagal, lalu gagal kedua kalinya, tidak punya significant changes. Nggak ada perubahan, sooo apa alasan saya menerima kamu sekarang? kata si bule, disambut dengan isakan tangis pemohon visa sambil berlari keluar bersiap untuk menangis dibawah shower.


Bukan apa-apa. Kalo gagal, uang kita yang $131 itu lenyap.
Segitu dulu deh. Mudah-mudahan berguna, ya!

1 komentar: