Rabu, 29 Juni 2011

LOVE is as a SIMPLE as the name !!


Cinta itu kata sederhana yang diekspresikan secara sederhana pula. Karna kesederhanaannya yang membuat cinta menjadi istimewa. Ga perlu berlebihan karna CINTA sendiri tidak meminta yang lebih, CINTA hanya meminta CINTA dan bukan yang lain. tidak perlu berlebihan karna keistimewaannya akan berkurang.

postingan ini emang bener-bener singkat .. entah,, tiba-tiba ditengah kesibukan bikin laporan n nyiapin rapat di Surabaya kemaren,, kalimat pendek itu muncul "cling" di kepala gue .. inspirasi mungkin asalnya dari apa yang selama beberapa hari ini gue lewatin .. buat cerita lengkap tentang itu smua ,, di postingan selanjutnya ajah ya ?? abis gue nyelesaiin smuanya ,, abis semua kesibukkan hilang dari kehidupan .. heheheehehehe .... yang jelas ,, buat gue CINTA JADI INDAH KARENA KESEDERHANAAN YANG MEMBUAT DIA LUAR BIASA ..

with love ,,
Fergio Aldeno PA
^.^

Beberapa pertanyaan untuk CINTA


Mestinya, ada ribuan pertanyaan yang pengen gue alamatkan untuk cinta. Tapi, betapa susahnya mengurai pertanyaan itu sendiri dari kedalamannya. Jadi, maaf-maaf aja kalo akhirnya hanya ada beberapa pertanyaan yang bisa gue reka-reka untuk mengaduk-aduk cinta.

CINTA. Apa yang terlintas di benak setiap kepala saat nyebutin kata itu? Perasaan yang paling dalam, luapan emosi yang tercerabut dari cangkang keakuan hati, ekspresi yang terendap dari kasih sayang ataukah cuma reduksi dari sebuah kata yang sebenernya ga butuh pemaknaan apa-apa (???).

Ehmm, biarin gue tertegun sejenak. Biarin gue merunut setiap inci cerita yang pernah gue alami dan gue yakini ada kaitannya dengan cinta. Biarin gue merinci setiap ‘hubungan’ yang pernah ada dan biasanya gue gaungkan ‘atas nama cinta’.

Dan, ahh...
Gue blom nemuin apa-apa selain tanda tanya yang mungkin numpuk di kepala. 2 cinta yang pernah gue alamatin buat 2 perempuan dari ruang dan waktu yang berbeda, blom juga mengendus bahagia di pengakhiran. (2 perempuan : Almh. Marsha dan Ms. Boo). Pertalian hati yang terajut dan telah menyisir hari dengan berbalut aneka rasa : tawa, tangis, gelisah, rindu dan sebagainya, blom juga menuai apa-apa.

Saat pertalian harus putus di tengah perjalanannya, rasa yang tertinggal hanya pedih belaka. Bahagia hanya jadi satu kata yang dengan megah terapung dalam barisan awan yang memutih atau berdiri dengan pongahnya di kaki-kaki langit.

Udahlah!! Mungkin gue harus terus mencari ceita-cerita lain tentang cinta. Mungkin aja cinta itu masih alergi menyapa gue dengan sungguh-sungguh. Jangan heran kalo sampe detik ini, gue masih dibayang-banyangi beberapa pertanyaan untuk cinta yang setia mengusik tidur dan pagi gue.

Benarkah (1) Cinta itu adalah hidup (2) Cinta adalah harapan (3) Cinta adalah bahagia itu sendiri (4) Cinta itu hadiah dari Ilahi (5) Cinta itu buta (6) Cinta itu keputusasaan yang membahagiakan (7) Cinta itu kebodohan yang disengaja (8) Cinta itu bukan sekedar kata-kata (9) Cinta itu sederhana, dan (10) Cinta itu terminal akhir?

Meski kepala gue masih disesaki pertanyaan-pertanyaan itu, bukan berarti gue buta sama sekali tentang cinta. Jujur, samar-samar, gue pernah mendengar dan membaca apa itu cinta. Gue juga pernah ngerasain dan mengecapnya meski blom sampai pada titik penguraian yang sempurna. Sejauh ini, gue baru sampai di ruang pencarian yang ga henti-hentinya.

“Aku adalah kunang-kunang,
Dalam gelap aku terbang, dalam gelap aku terang.
Dan jadilah kamu senja, karena gelap kamu ada, karena gelap kamu indah.
Aku hanyalah kunang-kunang dan kamu hanyalah senja.
Saat gelap kita berbagi. Saat gelap kita abadi.”

Jika memang cinta adalah suatu harapan, gue hanya bisa berucap sederhana.

“Adalah cinta yang menyinari aku.
Adalah asa yang berjalan bersamaku.
Adalah kamu yang datang bersama mereka untuk aku.”

Jika emang bener cinta sesederhana seperti yang gue yakini, mestinya setiap manusia bisa mengunyah dan menelannya, dalam-dalam. Karena gue percaya, setiap manusia dikaruniai ‘rasa’ yang hidup bersama kemegahannya.

Apa yang kita ingat dari kenangan-kenangan yang terekam oleh kita? Nama tempat, nama permainan, nama temen atau kejadian, adalah hal-hal yang mungkin lambat laun bisa terlupa. Tapi tidak dengan rasa.

Rasa senang, rasa sedih... Akan terus kita bawa tanpa mudah tercecer di sepanjang perjalanan kita.

Karena ketika satu per satu cerita berhenti dan menjadi kenangan, cinta terus bergerak seiring harapan yang menyertai dia.

Cinta yang ga terlihat oleh mata, ga teraba oleh tangan... Tapi dia telah ada, bahkan semenjak kita belum bisa untuk mengucapkannya.

Cinta yang sejati, cinta yang ketika kita kira udah pergi, ternyata hanya bersembunyi, menunggu untuk kembali lagi. Cinta yang ternyata ga buta karena dia selamanya akan menuntun aku, menuntun kamu, menuntun kita.

Semoga cinta selalu ada untukku dan untukmu, ga membiarkan hatiku dan hatimu terkunci rapat untuk satu nama yang akan masuk ke dalam, entah itu namaku atau namamu.

*Sepotong kisah cinta yang menggelayut di benak gue, saat melihat indahnya kunang-kunang di kala senja, saat gue bercerita apa itu cinta pada Ms. Boo.

Kamis, 23 Juni 2011

KERAMAT RINDU....

Menjadi biasa, itu luar biasa. Aku terbiasa bersamamu lalu tidak, itu sungguh menyiksa.

Tak mampu kutepikan. Nyatanya, rumah hatimu adalah tumpah rinduku. Berkemah merangsak sumsum; mengibarkan bendera kegelisahan yang membukitkan luka, juga bahagia.

Jika boleh memilih, aku membutuhkan rindu sebagai kata keramat yang ingin kudengar dari bibirmu, setiap hari. Seperti berpuluh malam yang kita pahat dengan napas surgawi. Seperti berpuluh mimpi yang kita hias dengan warna pelangi.

Rabu, 22 Juni 2011

Yang ga Penting and Sangat ga Penting Guys

Gue baru bangun, mata masih separo, dan langsung ngeblog.
Ahhhh, senengnya punya wireless internet, masih bau jigong pun bisa internetan.

Ini yang gak penting:
gue baru sadar, pas bangun tidur guling gue tiba-tiba sarungnya copot gini. Padahal kemarin malem masih terbungkus dengan rapi. Selimut di atas kasur ini pun tiba-tiba geletakan di lantai. Apakah gue tidurnya se-grasak-grusuk itu? Hmmmm.

Ngomong-ngomong soal tidur, semenjak beberapa tahun lalu gue tiap malem tidur di kamar Abi, bukan di kamar gue. Kenapa? Karena gue takut tidur sendirian di kamar gue gara-gara kejadian bergerak sendirinya si rak sepatu gue. Alhasil, gue sekarang tiap malem tidur di kamar Abi. 

Kamar gue juga tetep di pake sih, tapi kebanyakan cuman buat nonton DVD sama main game. Kamar gue juga dipake buat tidur siang, baca buku, atau sekadar main gitar. Kalau temen gue main ke kamar juga biasa ngumpul di situ.

gitar terjepit, dan yak.. itu ada boneka Naruto. Jangan tanya kenapa.  karena gue narutoholic!!!

ini kamar sehabis gue bersihin kuranglebih 3 jam acara pembersihan!!!

kamar mandi deket lemari baju, tempat si rambut poni nongol (awas kalo lo nanya siapa itu si rambut poni!!!)


Sekian laporan tentang kamar gue hari ini :D

 

Senin, 20 Juni 2011

Belalang itu Maha Romantis

Entah kenapa, gue sangat hobi nonton Animal Planet. Dari dulu gue emang suka sama binatang, tapi bukan dalam urusan melihara (i’m a sucker at those), melainkan dalam urusan nontonin tingkah laku mereka. Seru aja rasanya ngeliat pinguin ngeramin telor atau paus nongol di laut atau Ian Kasela gandengan tangan ama pacar barunya. Banyak banget hal dalam dunia perbinatangan yang membuat gue berpikir dan amazingly in awe.

Contohnya, gara-gara nonton Animal Planet, gue jadi tahu bahwa untuk urusan percintaan dan mati-matian demi cinta, belalang sembah jantan jagonya. Bayangin aja, setiap belalang sembah abis kawin, belalang sembah yang betina akan memakan kepala yang jantan. Serem memang, tapi yang jadi pertanyaan tak terjawab adalah: Kalo gitu, KENAPA MASIH ADA BELALANG JANTAN YANG MAU KAWIN? 

Apakah belalang-belalang jantan ini ga dikasi tahu sama emak-bapak belalang, mereka bertiga ngumpul di ruang tamu dan dibilangin, “Nak, jangan kawin ya.. ntar pala kamu buntung lho”. Apakah mereka ga denger gosip-gosip dari temen-temen mereka sesama belalang atas hal ini? Kenapa masih ada belalang jantan yang mau kawin?

Gue berkesimpulan sendiri: semua belalang jantan udah tahu kepalanya bakalan dimakan kalo mereka kawin, tapi mereka tetep aja pengen kawin. Kesimpulan dari kesimpulannya berarti: belalang jantan itu berani mati demi cinta. Kesimpulannya lagi: tidak ada yang lebih romantis dari percintaan antara dua belalang, tidak jua Acha-Irwansyah. (buuuzzzz)

belalang sembah jantan: “I’m single and.. alive!”

Gara-gara mengerti hubungan antar-belalang ini, gue jadi ngerasa Romeo dan Juliet gak seromantis dulu, gue jadi ngerasa hubungan romantis antar-manusia tidak akan sampai pada level yang cowok rela palanya dimakan sama yang cewek. Ini semakin ngebuat gue jadi makin kagum atas cinta dua belalang sembah. Keren lu, lang!

Nah, kalo gitu mulai sekarang, kalian yang cewek-cewek silakan nanya ama cowok masing-masing: “Sayang, kamu sayang ama aku gak?” Kalo dijawab “Iya”, coba tanya lagi: “Sesayang belalang sembah jantan sama belalang sembah betina?” atau bagi yang cowok silakan SMS cewek gebetannya “Aku sayang sama kamu. Makanlah palaku.”

Tapi bener deh, coba ngebayangin seandainya manusia seperti belalang, pasti gue gak bakalan mau kawin. Gue pasti kerjaannya pacaran mulu. You know, seharusnya ada peribahasa yang didedikasikan untuk belalang jantan, sebagai bukti penghargaan kita atas unconditional love -cinta tanpa pamrih- mereka.. apa kek gitu seperti “Ada cinta sejati ada belalang”.

Contoh lain, gue pernah liat satu siaran dokumenter tentang ferret (sejenis tikus/musang kecil). Setelah nonton dokumenter tersebut, gue baru tau ternyata kalau ferret gak bisa kawin pada musimnya, yang cewek akan mati karena kelebihan hormon. Dalam siaran dokumenter itu, dikasih liat satu ferret cewek yang lari-lari liar karena kelebihan hormon, gak nemuin pasangan yang mau ngawinin dia, lalu.. koit. Itu juga serem. Yang kasian justru ferret-ferret cewek yang jelek (dalam standar ferret, tentunya), mereka gak bakalan dapet pasangan kawin dan akhirnya.. mati sia-sia.


ferret cewek: I’m single and.. O-oh, I’m gonna die!!!!!

Hmmh, bagi ferret-ferret ini mungkin lebih baik mati daripada jomblo.