Mestinya, ada ribuan pertanyaan yang pengen gue alamatkan untuk cinta. Tapi, betapa susahnya mengurai pertanyaan itu sendiri dari kedalamannya. Jadi, maaf-maaf aja kalo akhirnya hanya ada beberapa pertanyaan yang bisa gue reka-reka untuk mengaduk-aduk cinta.
CINTA. Apa yang terlintas di benak setiap kepala saat nyebutin kata itu? Perasaan yang paling dalam, luapan emosi yang tercerabut dari cangkang keakuan hati, ekspresi yang terendap dari kasih sayang ataukah cuma reduksi dari sebuah kata yang sebenernya ga butuh pemaknaan apa-apa (???).
Ehmm, biarin gue tertegun sejenak. Biarin gue merunut setiap inci cerita yang pernah gue alami dan gue yakini ada kaitannya dengan cinta. Biarin gue merinci setiap ‘hubungan’ yang pernah ada dan biasanya gue gaungkan ‘atas nama cinta’.
Dan, ahh...
Gue blom nemuin apa-apa selain tanda tanya yang mungkin numpuk di kepala. 2 cinta yang pernah gue alamatin buat 2 perempuan dari ruang dan waktu yang berbeda, blom juga mengendus bahagia di pengakhiran. (2 perempuan : Almh. Marsha dan Ms. Boo). Pertalian hati yang terajut dan telah menyisir hari dengan berbalut aneka rasa : tawa, tangis, gelisah, rindu dan sebagainya, blom juga menuai apa-apa.
Saat pertalian harus putus di tengah perjalanannya, rasa yang tertinggal hanya pedih belaka. Bahagia hanya jadi satu kata yang dengan megah terapung dalam barisan awan yang memutih atau berdiri dengan pongahnya di kaki-kaki langit.
Udahlah!! Mungkin gue harus terus mencari ceita-cerita lain tentang cinta. Mungkin aja cinta itu masih alergi menyapa gue dengan sungguh-sungguh. Jangan heran kalo sampe detik ini, gue masih dibayang-banyangi beberapa pertanyaan untuk cinta yang setia mengusik tidur dan pagi gue.
Benarkah (1) Cinta itu adalah hidup (2) Cinta adalah harapan (3) Cinta adalah bahagia itu sendiri (4) Cinta itu hadiah dari Ilahi (5) Cinta itu buta (6) Cinta itu keputusasaan yang membahagiakan (7) Cinta itu kebodohan yang disengaja (8) Cinta itu bukan sekedar kata-kata (9) Cinta itu sederhana, dan (10) Cinta itu terminal akhir?
Meski kepala gue masih disesaki pertanyaan-pertanyaan itu, bukan berarti gue buta sama sekali tentang cinta. Jujur, samar-samar, gue pernah mendengar dan membaca apa itu cinta. Gue juga pernah ngerasain dan mengecapnya meski blom sampai pada titik penguraian yang sempurna. Sejauh ini, gue baru sampai di ruang pencarian yang ga henti-hentinya.
“Aku adalah kunang-kunang,
Dalam gelap aku terbang, dalam gelap aku terang.
Dan jadilah kamu senja, karena gelap kamu ada, karena gelap kamu indah.
Aku hanyalah kunang-kunang dan kamu hanyalah senja.
Saat gelap kita berbagi. Saat gelap kita abadi.”
Jika memang cinta adalah suatu harapan, gue hanya bisa berucap sederhana.
“Adalah cinta yang menyinari aku.
Adalah asa yang berjalan bersamaku.
Adalah kamu yang datang bersama mereka untuk aku.”
Jika emang bener cinta sesederhana seperti yang gue yakini, mestinya setiap manusia bisa mengunyah dan menelannya, dalam-dalam. Karena gue percaya, setiap manusia dikaruniai ‘rasa’ yang hidup bersama kemegahannya.
Apa yang kita ingat dari kenangan-kenangan yang terekam oleh kita? Nama tempat, nama permainan, nama temen atau kejadian, adalah hal-hal yang mungkin lambat laun bisa terlupa. Tapi tidak dengan rasa.
Rasa senang, rasa sedih... Akan terus kita bawa tanpa mudah tercecer di sepanjang perjalanan kita.
Karena ketika satu per satu cerita berhenti dan menjadi kenangan, cinta terus bergerak seiring harapan yang menyertai dia.
Cinta yang ga terlihat oleh mata, ga teraba oleh tangan... Tapi dia telah ada, bahkan semenjak kita belum bisa untuk mengucapkannya.
Cinta yang sejati, cinta yang ketika kita kira udah pergi, ternyata hanya bersembunyi, menunggu untuk kembali lagi. Cinta yang ternyata ga buta karena dia selamanya akan menuntun aku, menuntun kamu, menuntun kita.
Semoga cinta selalu ada untukku dan untukmu, ga membiarkan hatiku dan hatimu terkunci rapat untuk satu nama yang akan masuk ke dalam, entah itu namaku atau namamu.
*Sepotong kisah cinta yang menggelayut di benak gue, saat melihat indahnya kunang-kunang di kala senja, saat gue bercerita apa itu cinta pada Ms. Boo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar