Sabtu, 08 Maret 2008

"Jangan hanya Aku yang tau......!!!"

Akuu terlalu lama menyimpan perasaan ini... 
Hampir lelah dengan semuanya....
menyimpannya... tanpa seseorng yang tau.. 

Hanyalah Hatiku dan Tuhanku yang tau...
Aku memang belum punya nyali... bukan berarti Aku pengecut...
karna Aku adalah Lelaki..

Tak mungkin Aku mengatakan perasaan ini...
Tapi Aku harus mengatakannya...
haruuusss...
haruuuusss....
dan haruuusss.......!!!!

Aku ingin kamu juga tau tentang perasaanku
Jangan hanya Aku yang tau.............!!!!?

Kamu berdiri tepat didepanku

Kukumpulkan semua nyaliku, kutahan degup laju jantungku yang tak karuan, kuatur deru nafasku, kubendung deras keringat dinginku, kucairkan kelu lidahku.

Perlahan tapi pasti, aku mulai menggerakkan kedua bibirku..
"aku sayang km"
"aku cinta km"
"aku kangen km"
"aku ingin hidup denganmu"
"selamanya...............!!!!!"
 semua yang terucap hanya dalam hatiku, aku hanya berlipsing ria, oh Tuhaannn!!

sayang,,,
dinding kamarku memang tak mungkin bicara..!!!

OMG.

Jambi, March 2008
*Kisah saat bertemu Ms.boo

Sabtu, 01 Maret 2008

Jodohku Sedang Berlari


"Dia sedang berlari-lari, sebelum akhirnya menjadikanku tempat pemberhentian."

Kata orang kalau jodoh tak lari kemana. Mungkin karena sebelumnya dia sudah terlebih dulu berlari sebelum akhirnya menemukanku. Dia berlari, seolah berlari kemana-mana, ke arah yang sepertinya tidak akan menuju padaku, padahal sebenarnya ada pada satu jalan yang sama, ada pada satu frame yang sama. Memang yang terlihat belum tentu adalah sebuah kenyataan. Kenyataan kadang mengecoh, mungkin demi satu dan lain hal yang memang harus disembunyikan sebelum akhirnya terungkap.

Bila berbicara tentang jodoh, maka tak lepas dari membicarakan masa depan, dan bila membicarakan masa depan maka sudah seharusnya membicarakan kemisteriusan. Dan (lagi-lagi) menggelitik hampir semua makhluk yang disebut manusia untuk dapat mengetahui lebih awal tentangnya. Dalam bahasa halus, mereka atau mungkin aku, meminta haknya untuk diberikan lebih cepat. Hak akan jodoh kita.

Lalu, bagaimana jika benar untuk dipercepat pertemuannya? Apakah kita telah layak disandingkan? Apakah dia telah layak disandingkan? Kami belum tentu akan layak untuk satu sama lain. Maka, bukankah sudah seharusnya membiarkan segalanya tetap berjalan sesuai dengan waktu yang telah dituliskan? Membiarkan dia dan kita berlari, demi satu pemberhentian pasti.