Rabu, 29 September 2010

Dalam Hujan, Tersimpan Jejakmu...

Apa yang kurekam dari hujan siang ini? Larik-lari rindu yang menghias rintiknya saat kita bercanda tawa berdua, di suatu hari tanpa nama.

Sebuah cerita yang membelah hujan. Dalam magis lirih rintiknya yang menorehkan bahagia, juga luka. Bersama!

Tawa-bahagia dan sedu-sedan tangis meramu satu. Dalam hujan itu, tersimpan jejakmu. Lewat riuh rintiknya, aku mengadu dan mengaduh pilu.

Aku katakan pada hujan, kita masih satu; seadanya-setiada-tiadanya. Karena kamu telah memenangkan hatiku, begitu juga aku.

Hujan boleh saja reda. Tapi tidak dengan rinduku. Kau telah merenggutnya tanpa sisa. Dan kini, tinggal lah kosong meraja.

Dan tetaplah dalam hujan. Karena di sana, aku terbiasa menari bersamamu.