Pada kenyataannya, Dia wujud kesempurnaan. Tuhan tau gimana gue memujanya. Sistem otak tau seberapa banyak gue gantungin namanya pada benang-benang memori.
Ya. Gue emang akan bicara tentang Dia.
Dia punya kata "IYA" untuk diberikannya ama gue. Bahkan gue seperti hampir ga memiliki kata "TIDAK" darinya. Dia terkadang bangunin gue dengan satu belaian, satu kecupan dan nada yang sama. Dia selalu mampu nemuin hal-hal yang bisa membuatnya bangga ama gue, bahkan ketika gue jauh dari ekspektasi nya.
Dia yang memiliki banyak jawaban dari banyak pertanyaan yang gue ajukan. Percayalah, gue masih terus bertanya-tanya darimana jawaban-jawaban itu selalu mampu Dia suguhkan dan selalu mampu memunculkan rasa kagum gue buat Dia.
Dia yang meletakkan rasa percaya dengan sangat yakin buat gue. Dia yang nularin gue kecintaannya pada buku. Dan gue selalu mensyukuri itu. Dia selalu nganggap gue belum cukup dewasa buat dilepaskan, bahkan ketika semua orang nganggap gue pantas bua dilepaskan. Dia seperti mengabadikan gue dalam frame sosok yang akan selalu kecil di matanya. Tapi sungguh, gue ga berkeberatan kok.
Dia yang menanamkan ide untuk selalu menjadi lelaki yang kuat dan mandiri sekaligus mengingatkan gue akan kodrat. Kodrat yang mengharuskan gue melindungi wanita. Kodrat yang menurut Dia adalah menjadikan Dia bukan lagi orang yang harus didahulukan. Kodrat yang semakin lama seperti pingin gue kutuk atau gue kurung di menara tertinggi tanpa pintu, jendela atau bahkan ventilasi. Karena nyatanya, Dia dan pasangannya adalah orang yang selalu ingin gue dahulukan. Tapi kodrat membuat gue pada akhirnya ga lagi bisa mendahulukan mereka.
Udah deh, jangan berdebat tentang kesempurnaan. gue emang ga menganut asas kesempurnaan yang sama ama kalian. Dia masih tetap memiliki celah. Dia tetap dengan salah. Dia tetap berkekurangan. Tapi gue tidak menganut asas kesempurnaan kalian yang tanpa celah, salah dan kekurangan. Gue menganut asas kesempurnaan yang terbentuk karena ga sempurna. Jadi, biarlah Dia tetap sempurna.
Dia lah pemilik cinta sejati. Dia lah penggenggam ketulusan. Dia lah penganut kerja keras. Dia lah kesempurnaan.
-Untuk Dia yang gw panggil Papa
January, 2010
*Happy birthday Papa :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar